Menkominfo Rudiantara menegaskan ada tiga faktor utama soal skema tarif yang harus diperhatikan oleh para operator seluler yang akan mengkomersialkan jaringan layanan seluler 4G berbasis Long Term Evolution (LTE) di Indonesia pada akhir 2014 nanti.
Pertama, menurutnya, harus ada pilihan layanan bagi masyarakat. Kedua, harga jual menjadi salah satu variabel kompetisi. Dan terakhir, operator diminta agar rasional dalam berkompetisi mengenai harga jual.
"Kalau menjadi di bawah cost of service sold akan mendegradasi pelayanan. Akhirnya bisa merugikan masyarakat," kata Chief RA, panggilan akrabnya saat berdiskusi, Senin (1/12/2014).
Layanan 4G ini rencananya akan dikomersialkan mulai Desember ini oleh Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata. Ketiga operator seluler ini masing-masing akan memanfaatkan lebar frekuensi 5 MHz di spektrum 900 MHz.
Direktur Utama Telkomsel Alex Janangkih Sinaga telah memastikan layanan 4G di Telkomsel yang akan digelar di Jakarta dan Bali akhir 2014, dan menyusul lima kota lainnya di 2015, tak akan berubah skema tarifnya.
"Nanti tarifnya tetap akan sama layaknya tarif data di 3G, namun dengan speed yang jauh lebih cepat. Bisa sampai 20 Mbps," ujarnya di lain kesempatan.
Sementara President Director & CEO Indosat Alexander Rusli mengungkapkan, skema harga 4G Indosat saat diluncurkan nanti kemungkinan besar akan menggunakan skema kuota per kilobyte.
"Tapi nanti tak bisa lagi seperti itu. Yang membuat kita susah keluar dari jebakan per kilobyte, itu karena jumlah aplikasi di Indonesia masih belum banyak, jadi terpaksa kita jualan pipa saja. Itu problem-nya," tandasnya.
Berita Seputar Ilmu Pengetahuan & Teknologi
Temukan berita iptek favoritmu disini.!
Selasa, 02 Desember 2014
Bangun Kota Cyber, Indonesia Bisa Belajar dari Hong Kong
Rencana Indonesia untuk membangun kota cyber ternyata telah sampai ke telinga pemerintah Hong Kong. Bahkan, negara kecil yang jadi bagian dari Tiongkok ini malah menawarkan diri jika Indonesia mau belajar langsung dari kisah sukses mereka.
Tawaran untuk kerja sama antar pemerintah (government to government) ini disampaikan langsung oleh Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) saat menghadiri ajang APICTA 2014 yang baru saja berlangsung di Jakarta.
Menurut Dannie Chiu, HKTDC Regional Director of South East Asia and India, dan Stephen Lau, Vice President Hong Kong Computer Society Head, Indonesia bisa bekerja sama dengan negaranya dalam hal pengembangan sektor ICT, khususnya kota cyber.
"Hong Kong dapat membantu Indonesia khususnya dalam pembangunan kota-kota cyber. Dialog antar pemerintah dapat mempercepat usaha dalam membuat kota cyber. Menurut kami, ada tiga kota besar yang memiliki titik kuat, yakni Jakarta, Surabaya, dan Medan," kata Chiu melalui surat elektronik, Senin (1/12/2014).
Di sektor ICT lainnya, HKTDC juga berharap bisa mewujudkan kerja sama saling menguntungkan untuk pengembangan antar negara. "Dan menurut saya, cyber cities adalah salah satu tantangan dan peluang yang bisa kita kerjakan bersama," papar Chiu lebih lanjut.
Dipaparkan olehnya, Hong Kong memiliki sembilan sambungan kabel optik bawah laut dan 17 kabel optik darat, serta delapan satelit untuk komunikasi eksternal. Rezim perizinan yang liberal di negara ini juga menjadikan Hong Kong sebagai salah satu internet hub dunia.
Jaringan broadband di negara itu telah melayani hampir seluruh bangunan tempat tinggal dengan penetrasi 83% hingga Juli 2014. Dengan penetrasi seluler 236,2%, pengguna data mobile broadband (2.5G/3G/4G) di Hong Kong telah mencapai 12,7 juta dengan akses 161 Mbps.
"Rata-rata kecepatan akses internet tertinggi kami itu di kisaran 73,9 Mbps, itu yang tercepat di dunia. Sementara saat koneksi mencapai rata-rata terendah 15,7 Mbps, kami pun masih tercepat kedua di dunia," masih kata Chiu.
HKTDC juga mencatat, ada 78.000 profesional ICT yang bekerja di hampir semua sektor bisnis di negaranya, dimana 37% di antaranya berkutat di bidang desain software dan pengembangannnya. "Delapan perguruan tinggi kami menghasilkan 2.200 lulusan ICT setiap tahunnya," ungkapnya.
Kepedulian Hong Kong terhadap ICT juga bisa dilihat dari tingginya pengeluaran belanja teknologi informasi (TI) negara itu. Kata Chiu, pengeluaran TI di 2012-13 sekitar USD 660 juta. Sementara untuk 2013-14, hampir mencapai USD 890 juta. Belanja besar ini digunakan untuk mendorong adopsi layanan cloud dan kebijakan alih daya TI.
Tawaran untuk kerja sama antar pemerintah (government to government) ini disampaikan langsung oleh Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) saat menghadiri ajang APICTA 2014 yang baru saja berlangsung di Jakarta.
Menurut Dannie Chiu, HKTDC Regional Director of South East Asia and India, dan Stephen Lau, Vice President Hong Kong Computer Society Head, Indonesia bisa bekerja sama dengan negaranya dalam hal pengembangan sektor ICT, khususnya kota cyber.
"Hong Kong dapat membantu Indonesia khususnya dalam pembangunan kota-kota cyber. Dialog antar pemerintah dapat mempercepat usaha dalam membuat kota cyber. Menurut kami, ada tiga kota besar yang memiliki titik kuat, yakni Jakarta, Surabaya, dan Medan," kata Chiu melalui surat elektronik, Senin (1/12/2014).
Di sektor ICT lainnya, HKTDC juga berharap bisa mewujudkan kerja sama saling menguntungkan untuk pengembangan antar negara. "Dan menurut saya, cyber cities adalah salah satu tantangan dan peluang yang bisa kita kerjakan bersama," papar Chiu lebih lanjut.
Dipaparkan olehnya, Hong Kong memiliki sembilan sambungan kabel optik bawah laut dan 17 kabel optik darat, serta delapan satelit untuk komunikasi eksternal. Rezim perizinan yang liberal di negara ini juga menjadikan Hong Kong sebagai salah satu internet hub dunia.
Jaringan broadband di negara itu telah melayani hampir seluruh bangunan tempat tinggal dengan penetrasi 83% hingga Juli 2014. Dengan penetrasi seluler 236,2%, pengguna data mobile broadband (2.5G/3G/4G) di Hong Kong telah mencapai 12,7 juta dengan akses 161 Mbps.
"Rata-rata kecepatan akses internet tertinggi kami itu di kisaran 73,9 Mbps, itu yang tercepat di dunia. Sementara saat koneksi mencapai rata-rata terendah 15,7 Mbps, kami pun masih tercepat kedua di dunia," masih kata Chiu.
HKTDC juga mencatat, ada 78.000 profesional ICT yang bekerja di hampir semua sektor bisnis di negaranya, dimana 37% di antaranya berkutat di bidang desain software dan pengembangannnya. "Delapan perguruan tinggi kami menghasilkan 2.200 lulusan ICT setiap tahunnya," ungkapnya.
Kepedulian Hong Kong terhadap ICT juga bisa dilihat dari tingginya pengeluaran belanja teknologi informasi (TI) negara itu. Kata Chiu, pengeluaran TI di 2012-13 sekitar USD 660 juta. Sementara untuk 2013-14, hampir mencapai USD 890 juta. Belanja besar ini digunakan untuk mendorong adopsi layanan cloud dan kebijakan alih daya TI.
Aroma Politik di Kasus Google
Sebagai perusahaan Amerika Serikat (AS), Google tentu saja dibela oleh induk semangnya ketika dijegal oleh Parlemen di Eropa. Aroma politik pun langsung merebak dari kasus ini.
Anggota Parlemen Paman Sam diketahui keberatan terhadap aksi yang disuarakan oleh Parlemen Eropa yang meminta Google memecah unit bisnisnya.
Hal ini dikarenakan market share Google di Benua Biru mencapai 90%. Monopoli ala Google ini yang dianggap bisa memicu persaingan yang tidak sehat.
Politisi Washington baik dari Partai Republik maupun Demokrat menuliskan surat kepada Uni Eropa yang menyatakan keberatannya.
"Proposal tersebut tampaknya menargetkan perusahaan-perusahaan teknologi AS dan ini menimbulkan pertanyaan tentang komitmen Uni Eropa untuk membuka pasar," demikian salah satu potongan surat yang dinukil Business Insider, Senin (1/12/2014).
"Usulan ini seperti lebih memilih membangun dinding ketimbang jembatan dan memberikan dampak negatif yang lebih luas terhadap hubungan AS dan Uni Eropa," tambah isi surat itu.
Sedangkan menurut Uni Eropa, tak ada masalah bila Google memonopoli pasar. Tapi yang menjadi landasan keberatan mereka adalah, Google melakukan praktik tak sehat ketika menguasai market share90% yang membuat pesaingnya berteriak.
Belum lagi, Google baru saja disorot karena menjadi alat AS untuk melakukan mata-mata di sejumlah negara di Eropa. Memang Google tak setuju dengan hal tersebut, tapi butuh waktu lama untuk memugar kepercayaan warga Eropa.
Anggota Parlemen Paman Sam diketahui keberatan terhadap aksi yang disuarakan oleh Parlemen Eropa yang meminta Google memecah unit bisnisnya.
Hal ini dikarenakan market share Google di Benua Biru mencapai 90%. Monopoli ala Google ini yang dianggap bisa memicu persaingan yang tidak sehat.
Politisi Washington baik dari Partai Republik maupun Demokrat menuliskan surat kepada Uni Eropa yang menyatakan keberatannya.
"Proposal tersebut tampaknya menargetkan perusahaan-perusahaan teknologi AS dan ini menimbulkan pertanyaan tentang komitmen Uni Eropa untuk membuka pasar," demikian salah satu potongan surat yang dinukil Business Insider, Senin (1/12/2014).
"Usulan ini seperti lebih memilih membangun dinding ketimbang jembatan dan memberikan dampak negatif yang lebih luas terhadap hubungan AS dan Uni Eropa," tambah isi surat itu.
Sedangkan menurut Uni Eropa, tak ada masalah bila Google memonopoli pasar. Tapi yang menjadi landasan keberatan mereka adalah, Google melakukan praktik tak sehat ketika menguasai market share90% yang membuat pesaingnya berteriak.
Belum lagi, Google baru saja disorot karena menjadi alat AS untuk melakukan mata-mata di sejumlah negara di Eropa. Memang Google tak setuju dengan hal tersebut, tapi butuh waktu lama untuk memugar kepercayaan warga Eropa.
Intel Sediakan 'Otak' Google Glass
Google Glass akan semakin keren saja nantinya. Intel kabarnya ikut menggarap kacamata pintar ini dengan menyiapkan chip khusus. Google Glass dengan otak Intel bakal diproduksi tahun depan.
Berdasarkan informasi dari orang yang mengetahui informasi ini, chip Intel akan menggantikan prosesor yang selama ini dipasok dari Texas Instruments. Dengan demikian ini akan memperluas keterlibatan Intel dalam wearable gadget.
Sayangnya, seperti dilansir Wall Street Journal, Selasa (2/11/2014) untuk saat ini belum ada detail teknis. Belum diketahui pula chip Intel jenis apa yang akan digunakan pada Google Glass terbaru.
Namun yang jelas, bocoran informasi menyebutkan chip ini akan membuat penggunaan Google Glass menjadi lebih efisien dan hemat baterai. Ini bukan pertamakalinya Google menggunakan otak besutan Intel untuk produknya. Sebelumnya, chip Xeon digunakan pada mobil pintar Google. Selain itu, chip Atom hadir di Nexus Player.
Sumber lain menginformasikan, Intel sendiri saat ini memang tengah giat mempromosikan pengunaan wearable untuk tempat-tempat seperti rumah sakit dan manufaktur yang tentunya menggunakan komponen chip buatannya.
Intel sendiri sebenarnya sudah punya investasi khusus untuk urusan wearable. Semula, Intel disebut-sebut akan membuat produk-produk unik seperti smartwatch atau kacamata pintar dan menjadi pesaing Google Glass.
Berdasarkan informasi dari orang yang mengetahui informasi ini, chip Intel akan menggantikan prosesor yang selama ini dipasok dari Texas Instruments. Dengan demikian ini akan memperluas keterlibatan Intel dalam wearable gadget.
Sayangnya, seperti dilansir Wall Street Journal, Selasa (2/11/2014) untuk saat ini belum ada detail teknis. Belum diketahui pula chip Intel jenis apa yang akan digunakan pada Google Glass terbaru.
Namun yang jelas, bocoran informasi menyebutkan chip ini akan membuat penggunaan Google Glass menjadi lebih efisien dan hemat baterai. Ini bukan pertamakalinya Google menggunakan otak besutan Intel untuk produknya. Sebelumnya, chip Xeon digunakan pada mobil pintar Google. Selain itu, chip Atom hadir di Nexus Player.
Sumber lain menginformasikan, Intel sendiri saat ini memang tengah giat mempromosikan pengunaan wearable untuk tempat-tempat seperti rumah sakit dan manufaktur yang tentunya menggunakan komponen chip buatannya.
Intel sendiri sebenarnya sudah punya investasi khusus untuk urusan wearable. Semula, Intel disebut-sebut akan membuat produk-produk unik seperti smartwatch atau kacamata pintar dan menjadi pesaing Google Glass.
Rabu, 12 Juni 2013
Rabu, 20 Maret 2013
Tugas I Jarkom III
PERINTAH DASAR "SHOW" PADA ROUTER
Berikut ini penjelasan dari masing-masing perintah tersebut dan perintah singkatnya :
PERINTAH PENUH
|
PERINTAH SINGKAT
|
MAKSUD PERINTAH
|
Show running-config
|
sh ru
|
Digunakan untuk menampilkan konfigurasi yang sedang berjalan di RAM. Termasuk host name, passwords, interface IP addresses, routing protocol yang aktif, DHCP dan konfigurasi NAT. Dapat dijalankan di EXEC mode.
|
Show startup-config
|
sh st
|
Digunakan untuk menampilkan isi file konfigurasi yang tersimpan di NVRAM mulai dari Host Name, Passwords, Interface IP Addresses, Routing Protocol yang aktif, DHCP dan konfigurasi NAT.
|
Show version
|
sh v
|
Digunakan untuk menampilkan informasi tentang versi software yang sekarang sedang jalan lengkap dengan informasi hardware dan devicenya.
|
Show ip protocols
|
sh ip p
|
Berguna untuk memperlihatkan status interface IP secara global maupun khusus dari IP protokol routing yang telah dikonfigurasi dan sedang berjalan.
|
Show ip route
|
sh ip ro
|
Menampilkan konfirmasi pada Router yang telah di authentikasi oleh Router lain dan telah mampu memperoleh rute dari Router lainnya, selain itu juga digunakan untuk mengetahui konfigurasi IP yang dilakukan baik secara global maupun secara khusus.
|
Show interfaces
|
sh int
|
Digunakan untuk menampilkan statistic semua interface router mulai dari FastEthernet dan Serial. Untuk menampilkan statistic interface tertentu, menggunakan perintah show interfaces diikuti dengan nomor port/slot interface, contoh :
Router#show interfaces serial 2/0
|
Show ip interface brief
|
sh ip int br
|
Digunakan untuk menampilkan Konfigurasi pada interface yang terhubung pada router. Mulai dari konfigurasi yang sedang berjalan maupun yang konfigurasi yang tidak berjalan (belum terkonfigurasi). Pada perintah ini kita dibawa untuk mengetahui : Interface, IP-Address, Method, Status, Protocol.
|
Show protocols
|
sh prot
|
Menampilkan status interface baik secara global maupun khusus dari protokol layer 3 yang terkonfigurasi.
|
Show cdp neighbors
|
sh cdp ne
|
Digunakan untuk mengetahui Capability Codes perangkat yang tersambung, yang meliputi : R (IYN), T (Trans Bridge), B (Source Route Bridge), S (Switch), H (Host), I (IGMP), r (Repeater), P (Phone). Selain itu juga digunakan untuk mengetahui
Device ID diantaranya : Local Intrfce, Holdtme, Capability, Platform, Port ID.
|
Show sessions
|
sh ses
|
Untuk mengetahui koneksi yang sedang berjalan (koneksi yang di buka).
|
Show ssh
|
sh ss
|
Digunakan untuk melakukan koneksi dengan server SSHv2 dan SSHv1.
|
Ping
|
p
|
Digunakan untuk melakukan / melihat koneksi antar jaringan yang sedang berhubungan. Perintah ping harus diikuti address or hostname. Contoh : ping 192.168.1.1
|
Traceroute
|
tra
|
Perintah untuk menunjukkan rute yang dilewati paket untuk mencapai tujuan dengan mengirim pesan Internet Control Message Protocol (ICMP) Echo Request Ke tujuan dengan nilai Time to Live yang semakin meningkat.. Rute yang ditampilkan adalah daftar interface router (yang paling dekat dengan host) yang terdapat pada jalur antara host dan tujuan.
|
Contoh penggunaan perintah show dalam packet tracer :
Router#sh ru
Building configuration...
Current configuration : 633 bytes
version 12.2
no service timestamps log datetime msec
no service timestamps debug datetime msec
no service password-encryption
!
hostname Router
interface FastEthernet0/0
ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
duplex auto
speed auto
interface FastEthernet1/0
no ip address
duplex auto
speed auto
shutdown
interface Serial2/0
ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
interface Serial3/0
no ip address
shutdown
interface FastEthernet4/0
no ip address
shutdown
interface FastEthernet5/0
no ip address
shutdown
ip classless
line con 0
line vty 0 4
login
end
Router#sh st
startup-config is not present
Router#sh v
Cisco Internetwork Operating System Software
IOS (tm) PT1000 Software (PT1000-I-M), Version 12.2(28), RELEASE SOFTWARE (fc5)
Technical Support: http://www.cisco.com/techsupport
Copyright (c) 1986-2005 by cisco Systems, Inc.
Compiled Wed 27-Apr-04 19:01 by miwang
Image text-base: 0x8000808C, data-base: 0x80A1FECC
ROM: System Bootstrap, Version 12.1(3r)T2, RELEASE SOFTWARE (fc1)
Copyright (c) 2000 by cisco Systems, Inc.
ROM: PT1000 Software (PT1000-I-M), Version 12.2(28), RELEASE SOFTWARE (fc5)
System returned to ROM by reload
System image file is "flash:pt1000-i-mz.122-28.bin"
PT 1001 (PTSC2005) processor (revision 0x200) with 60416K/5120K bytes of memory
Processor board ID PT0123 (0123)
PT2005 processor: part number 0, mask 01
Bridging software.
X.25 software, Version 3.0.0.
4 FastEthernet/IEEE 802.3 interface(s)
2 Low-speed serial(sync/async) network interface(s)
32K bytes of non-volatile configuration memory.
63488K bytes of ATA CompactFlash (Read/Write)
Configuration register is 0x210
Router#sh ip p
Router#sh ip ro
Codes: C - connected, S - static, I - IGRP, R - RIP, M - mobile, B - BGP
D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP
i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area
* - candidate default, U - per-user static route, o - ODR
P - periodic downloaded static route
Gateway of last resort is not set
C 192.168.1.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0
Router#sh int
FastEthernet0/0 is up, line protocol is up (connected)
Hardware is Lance, address is 00d0.ba2e.be92 (bia 00d0.ba2e.be92)
Internet address is 192.168.1.1/24
MTU 1500 bytes, BW 100000 Kbit, DLY 100 usec,
reliability 255/255, txload 1/255, rxload 1/255
Encapsulation ARPA, loopback not set
ARP type: ARPA, ARP Timeout 04:00:00,
Last input 00:00:08, output 00:00:05, output hang never
Last clearing of "show interface" counters never
Input queue: 0/75/0 (size/max/drops); Total output drops: 0
Queueing strategy: fifo
Output queue :0/40 (size/max)
5 minute input rate 0 bits/sec, 0 packets/sec
5 minute output rate 0 bits/sec, 0 packets/sec
0 packets input, 0 bytes, 0 no buffer
Received 0 broadcasts, 0 runts, 0 giants, 0 throttles
0 input errors, 0 CRC, 0 frame, 0 overrun, 0 ignored, 0 abort
0 input packets with dribble condition detected
0 packets output, 0 bytes, 0 underruns
0 output errors, 0 collisions, 1 interface resets
0 babbles, 0 late collision, 0 deferred
0 lost carrier, 0 no carrier
0 output buffer failures, 0 output buffers swapped out
FastEthernet1/0 is administratively down, line protocol is down (disabled)
Hardware is Lance, address is 0001.977d.49d0 (bia 0001.977d.49d0)
MTU 1500 bytes, BW 100000 Kbit, DLY 100 usec,
reliability 255/255, txload 1/255, rxload 1/255
Encapsulation ARPA, loopback not set
ARP type: ARPA, ARP Timeout 04:00:00,
Last input 00:00:08, output 00:00:05, output hang never
Last clearing of "show interface" counters never
Input queue: 0/75/0 (size/max/drops); Total output drops: 0
Queueing strategy: fifo
Output queue :0/40 (size/max)
5 minute input rate 0 bits/sec, 0 packets/sec
5 minute output rate 0 bits/sec, 0 packets/sec
0 packets input, 0 bytes, 0 no buffer
Received 0 broadcasts, 0 runts, 0 giants, 0 throttles
0 input errors, 0 CRC, 0 frame, 0 overrun, 0 ignored, 0 abort
0 input packets with dribble condition detected
0 packets output, 0 bytes, 0 underruns
0 output errors, 0 collisions, 1 interface resets
0 babbles, 0 late collision, 0 deferred
0 lost carrier, 0 no carrier
0 output buffer failures, 0 output buffers swapped out
Serial2/0 is up, line protocol is down (disabled)
Hardware is HD64570
Internet address is 192.168.2.1/24
MTU 1500 bytes, BW 128 Kbit, DLY 20000 usec,
reliability 255/255, txload 1/255, rxload 1/255
Encapsulation HDLC, loopback not set, keepalive set (10 sec)
Last input never, output never, output hang never
Last clearing of "show interface" counters never
Input queue: 0/75/0 (size/max/drops); Total output drops: 0
Queueing strategy: weighted fair
Output queue: 0/1000/64/0 (size/max total/threshold/drops)
Conversations 0/0/256 (active/max active/max total)
Reserved Conversations 0/0 (allocated/max allocated)
Available Bandwidth 96 kilobits/sec
5 minute input rate 0 bits/sec, 0 packets/sec
5 minute output rate 0 bits/sec, 0 packets/sec
0 packets input, 0 bytes, 0 no buffer
Received 0 broadcasts, 0 runts, 0 giants, 0 throttles
0 input errors, 0 CRC, 0 frame, 0 overrun, 0 ignored, 0 abort
0 packets output, 0 bytes, 0 underruns
0 output errors, 0 collisions, 1 interface resets
0 output buffer failures, 0 output buffers swapped out
0 carrier transitions
DCD=up DSR=up DTR=up RTS=up CTS=up
Serial3/0 is administratively down, line protocol is down (disabled)
Hardware is HD64570
MTU 1500 bytes, BW 128 Kbit, DLY 20000 usec,
reliability 255/255, txload 1/255, rxload 1/255
Encapsulation HDLC, loopback not set, keepalive set (10 sec)
Last input never, output never, output hang never
Last clearing of "show interface" counters never
Input queue: 0/75/0 (size/max/drops); Total output drops: 0
Queueing strategy: weighted fair
Output queue: 0/1000/64/0 (size/max total/threshold/drops)
Conversations 0/0/256 (active/max active/max total)
Reserved Conversations 0/0 (allocated/max allocated)
Available Bandwidth 96 kilobits/sec
5 minute input rate 0 bits/sec, 0 packets/sec
5 minute output rate 0 bits/sec, 0 packets/sec
0 packets input, 0 bytes, 0 no buffer
Received 0 broadcasts, 0 runts, 0 giants, 0 throttles
0 input errors, 0 CRC, 0 frame, 0 overrun, 0 ignored, 0 abort
0 packets output, 0 bytes, 0 underruns
0 output errors, 0 collisions, 1 interface resets
0 output buffer failures, 0 output buffers swapped out
0 carrier transitions
DCD=down DSR=down DTR=down RTS=down CTS=down
FastEthernet4/0 is administratively down, line protocol is down (disabled)
Hardware is Lance, address is 000d.bda2.8272 (bia 000d.bda2.8272)
MTU 1500 bytes, BW 100000 Kbit, DLY 100 usec,
reliability 255/255, txload 1/255, rxload 1/255
Encapsulation ARPA, loopback not set
ARP type: ARPA, ARP Timeout 04:00:00,
Last input 00:00:08, output 00:00:05, output hang never
Last clearing of "show interface" counters never
Input queue: 0/75/0 (size/max/drops); Total output drops: 0
Queueing strategy: fifo
Output queue :0/40 (size/max)
5 minute input rate 0 bits/sec, 0 packets/sec
5 minute output rate 0 bits/sec, 0 packets/sec
0 packets input, 0 bytes, 0 no buffer
Received 0 broadcasts, 0 runts, 0 giants, 0 throttles
0 input errors, 0 CRC, 0 frame, 0 overrun, 0 ignored, 0 abort
0 input packets with dribble condition detected
0 packets output, 0 bytes, 0 underruns
0 output errors, 0 collisions, 1 interface resets
0 babbles, 0 late collision, 0 deferred
0 lost carrier, 0 no carrier
0 output buffer failures, 0 output buffers swapped out
FastEthernet5/0 is administratively down, line protocol is down (disabled)
Hardware is Lance, address is 0090.2bb1.e6ce (bia 0090.2bb1.e6ce)
MTU 1500 bytes, BW 100000 Kbit, DLY 100 usec,
reliability 255/255, txload 1/255, rxload 1/255
Encapsulation ARPA, loopback not set
ARP type: ARPA, ARP Timeout 04:00:00,
Last input 00:00:08, output 00:00:05, output hang never
Last clearing of "show interface" counters never
Input queue: 0/75/0 (size/max/drops); Total output drops: 0
Queueing strategy: fifo
Output queue :0/40 (size/max)
5 minute input rate 0 bits/sec, 0 packets/sec
5 minute output rate 0 bits/sec, 0 packets/sec
0 packets input, 0 bytes, 0 no buffer
Received 0 broadcasts, 0 runts, 0 giants, 0 throttles
0 input errors, 0 CRC, 0 frame, 0 overrun, 0 ignored, 0 abort
0 input packets with dribble condition detected
0 packets output, 0 bytes, 0 underruns
0 output errors, 0 collisions, 1 interface resets
0 babbles, 0 late collision, 0 deferred
0 lost carrier, 0 no carrier
0 output buffer failures, 0 output buffers swapped out
Router#sh ip int br
Interface IP-Address OK? Method Status Protocol
FastEthernet0/0 192.168.1.1 YES manual up up
FastEthernet1/0 unassigned YES unset administratively down down
Serial2/0 192.168.2.1 YES manual up down
Serial3/0 unassigned YES unset administratively down down
FastEthernet4/0 unassigned YES unset administratively down down
FastEthernet5/0 unassigned YES unset administratively down down
Router# sh prot
Global values:
Internet Protocol routing is enabled
FastEthernet0/0 is up, line protocol is up
Internet address is 192.168.1.1/24
FastEthernet1/0 is administratively down, line protocol is down
Serial2/0 is up, line protocol is down
Internet address is 192.168.2.1/24
Serial3/0 is administratively down, line protocol is down
FastEthernet4/0 is administratively down, line protocol is down
FastEthernet5/0 is administratively down, line protocol is down
Router# sh cdp ne
Capability Codes: R - Router, T - Trans Bridge, B - Source Route Bridge
S - Switch, H - Host, I - IGMP, r - Repeater, P - Phone
Device ID Local Intrfce Holdtme Capability Platform Port ID
Switch Fas 0/0 129 S PT3000 Fas 1/1
Router#sh ses
% No connections open
Router#sh ss
%No SSHv2 server connections running.
%No SSHv1 server connections running.
Router#p 192.168.1.1
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 192.168.1.1, timeout is 2 seconds:
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 0/21/62 ms
Router#tra 192.168.3.1
Type escape sequence to abort.
Tracing the route to 192.168.3.1
1 192.168.3.1 16 msec 16 msec 0 msec
Langganan:
Postingan (Atom)




