Selasa, 16 Oktober 2012

Tugas Jarkom Setting Router

Kali ini Saya akan membahas cara mensetting Router pada software Cisco Packet Tracer
Enjoy!
1. Letakkan 4 PC client + 1 PC Admin, 2 Switch, dan 1 Router. Atur letaknya seperti gambar di bawah ini
Pada gambar diatas, kedua Switch belum terkoneksi dengan Router,langkah selanjutnya adalah
2. Mengkonfigurasi Router melalui PC Admin
    - Double klik PC Admin, akan muncul jendela baru seperti dibawah ini
    - Pilih tab Desktop, dan mucul tampilan seperti dibawah ini
  - Klik Terminal, muncul jendela baru, klik Ok saja, dan muncul jendela baru lagi
  - Ketik no lalu enter, dan enter sekali lagi
  - Ketikkan perintah dibawah ini secara urut
     1. ena
     2. conf t
     3. interface fastethernet0/0
     4. ip address 10.0.0.1 255.0.0.0
     5. no shut
     6. exit
     
    Nah, Anda baru saja mengkonfigurase Router pada port Fast Ethernet 0/0, untuk setting Fast Ethernet 0/1 langkahnya sebagai berikut
Pada Terminal ketikkan perintah lanjutan, antara lain
    1. interface fastethernet0/1
    2. ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
    3. no shut
    4. exit
Anda telah selesai mengkonfigurasi Router sehingga Router dengan kedua switch saling terhubung.
Gambar hasil akhirnya seperti berikut
  Semoga bermanfaat.

Selasa, 09 Oktober 2012

Tugas Jaringan Komputer

1. Alamat IP public dan IP private,
    IP Address Merupakan alamat komputer/host di jaringan agar “paket” dapat mencapai tujuan. Pengalamatan harus unik (tidak boleh dan tidak akan sama) dan IP Address disusun dari 32 bit bilangan biner.   
Ada 2 jenis IP Address yang ada sekarang, yakni ip address versi 4 (IPv4) yang sejak dulu menjadi standar baku pengalamatan dan versi 6 (IPv6) yang merupakan calon pengganti versi terdahulu. Dibuatnya versi penerus disebabkan karena alokasi pengalamatan yang disediakan IPv4 sudah hampir habis kuota nya, apabila seluruh alamat yang disediakan oleh IPv4 telah terpakai, maka jaringan diseluruh dunia bisa terganggu. Untuk itu, selagi menunggu selesainya proses pematangan IPv6, dibuatlah pembagian IP Private & IP Public.
-IP Public bersifat worldwide dengan penggunaan konfigurasinya yang terikat dengan peraturan tertentu. IP Addressing juga dikelompokkan berdasarkan negara, Indonesia umumnya dimulai dengan kepala 202 & 203. IP Public adalah IP address yang digunakan untuk mengakses jaringan internet. alamat publik adalah alamat-alamat yang telah ditetapkan oleh InterNIC dan berisi beberapa buah network identifier yang telah dijamin unik (artinya, tidak ada dua host yang menggunakan alamat yang sama) jika intranet tersebut telah terhubung ke Internet. Dan jika koneksi internet nya putus IP public nya di kembalikan lagi kepada penyedia IP public. IP public saat ini menggunakan IPV4 yang ditakutkan akan habis kuota nya dalam waktu dekat.
-IP Private adalah IP yang bersifat pribadi dan lokal, lokal maksudnya IP ini hanya digunakan sebagai identifikasi komputer pada jaringan tertutup yang bersifat pribadi(LAN). IP private ini tidak bisa digunakan untuk mengakses jaringan internet atau bisa juga terhubung tapi melalui NAT.
Berikut ruang kelas IP private (local):
  • Kelas A dari 10.0.0.0 - 10.255.255.255 (Total 16,777,216)
  • Kelas B dari 172.16.0.0 - 172.31.255.255 (Total 1,048,576)
  • Kelas C dari 192.168.0.0 - 192.168.255.255 (Total 65,536)
2. IANA.org
    IANA, singkatan dari Internet Assigned Numbers Authority adalah sebuah organisasi yang didanai oleh pemerintah Amerika Serikat yang mengurusi masalah penetapan parameter protokol internet, seperti ruang alamat IP, dan Domain Name System (DNS). IANA juga memiliki otoritas untuk menunjuk organisasi lainnya untuk memberikan blok alamat IP spesifik kepada pelanggan dan untuk meregistrasikan nama domain. IANA juga bertindak sebagai otoritas tertinggi untuk mengatur root DNS yang mengatur basis data pusat informasi DNS, selain tentunya menetapkan alamat IP untuk sistem-sistem otonom di dalam jaringan Internet. IANA beroperasi di bawah naungan Internet Society (ISOC). IANA juga dianggap sebagai bagian dari Internet Architecture Board (IAB).
IANA memberikan tanggungjawab dalam mengatur pengaturan ruang alamat IP dan DNS kepada tiga badan lainnya yang bersifat regional, yakni sebagai berikut:
  • American Registry for Internet Numbers (ARIN), yang bertanggungjawab dalam menangani wilayah Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Afrika bagian Selatan (sub-Sahara).
  • RĂ©eseaux IP EuropĂ©ens (RIPE), yang bertanggungjawab dalam menangani wilayah Eropa dan Afrika bagian utara (Sahara).
  • Asia Pacific Network Information Center (APNIC), yang bertanggungjawab dalam menangani kawasan Asia dan Australia.
IANA akan digantikan oleh sebuah badan nonprofit internasional yang disebut sebagai Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN), karena meningkatnya penggunaan Internet.
3. IDNIC.net
IDNIC singkatan dari Indonesia Network Information Center adalah pihak yang memiliki otoritas untuk memberikan domain name  ID sebagai CCTLD (Country Code Top Level Domain). Wewenang IDNIC ini  berasal dari pihak InterNIC sebagai pengelola top level domain.
IDNIC merupakan suatu badan yang mengurus semua yang berkaitan dengan jaringan dan informasi di Indonesia.IDNIC bertanggunga jawab dalam mengelola informasi jaringan nasional yang berguna bagi seluruh masyarakat Indonesia.IDNIC ini juga mengurus tentang pembagian IP dan pendaftaran domain dengan domain “.id” yang merupakan kode domain yang menendakan bahwa domain tersebut merupakan domain yang berasal dari Indonesia.
-Alokasi Alamat IP
Pada saat ini pengalokasian alamat IP untuk PJI di Indonesia masih dilakukan oleh APNIC, suatu organisasi yang ditunjuk oleh IANA untuk melakukan pembagian IP address di kawasan Asia. Organisasi serupa yang menangani kawasan Amerika adalah ARIN, sedangkan di Eropa adalah RIPE-NCC.
APJII akan mendapatkan delegasi dari APNIC untuk membagikan IP address di Indonesia. PJI di Indonesia akan memperoleh manfaat karena tidak perlu lagi menjadi anggota langsung APNIC (biaya keanggotaan berkisar 2,500 – 10,000 USD pertahun) untuk mendapatkan alokasi IP address. Hal ini dapat juga dilihat sebagai upaya penghematan devisa.
Perusahaan yang membutuhkan alamat IP yang independen terhadap PJI juga dapat dilayani oleh APJII, dengan biaya alokasi yang akan ditetapkan kemudian.
4. IP Address dan yang bertanggung jawab 
IP:
118.97.95.22
Decimal:
1986092822
Hostname:
22.subnet118-97-95.static.astinet.telkom.net.id
ISP:
PT Telkom Indonesia's customer.
Organization:
PT Telkom Indonesia's customer.
Services:
Suspected network sharing device
Recently reported forum spam source. (3)
Type:
Assignment:
Country:
Indonesia id flag

State/Region:
Jakarta Raya

City:
Jakarta

Latitude:
-6.1744

Longitude:
106.8294





  
5. Tracert situs pilihan
    contoh nya saya tracert ke situs facebook.com
buka CMD ketikkan tracert facebook.com, dan hasilnya seperti ini :
Tracing route to facebook.com [69.171.237.16]
over a maximum of 30 hops:
  1     *        *        *     Request timed out.
  2   358 ms   359 ms   339 ms  172.17.58.141
  3   348 ms   480 ms   358 ms  172.17.58.154
  4   338 ms   359 ms   379 ms  192.168.232.21
  5   418 ms   379 ms   359 ms  97.191.240.180.telin.sg [180.240.191.97]
  6   378 ms   379 ms   439 ms  180.240.190.13
  7   518 ms   500 ms   358 ms  134.128.240.180.telin.sg [180.240.128.134]
  8   616 ms   639 ms  1079 ms  ae6.bb02.lax1.tfbnw.net [204.15.20.79]
  9   639 ms   660 ms   638 ms  ae24.bb02.pao1.tfbnw.net [74.119.76.167]
 10   656 ms   659 ms   679 ms  ae10.bb02.prn1.tfbnw.net [204.15.20.71]
 11   556 ms   559 ms   559 ms  ae1.dr02.prn1.tfbnw.net [74.119.79.107]
 12   557 ms   559 ms   700 ms  po1026.csw12b.prn1.tfbnw.net [31.13.78.39]
 13   544 ms   599 ms   579 ms  www-slb-10-12-prn1.facebook.com [69.171.237.16]
Trace complete.

Sabtu, 30 Juni 2012

Linksys sebagai Access Point


Kali ini kita akan coba untuk membuat jaringan wireless sederhana untuk koneksi internet dengan menggunakan Linksys WRT54GL sebagai Access Point. Contoh pemasangannya seperti terlihat pada gambar dibawah ini :
Kita mendapatkan akses internet dari koneksi dial up melalui modem (misalkan dari modem ADSL Speedy) kemudian barulah dipancarkan oleh Linksys WRT54GL yang berfungsi sebagai Access Point untuk koneksi internet wireless-nya sedangkan untuk koneksi yang menggunakan kabel kita dapat hubungkan komputer secara langsung ke port switch yang tersedia.

Untuk mensetting Linksys WRT54GL sebagai Access Point seperti pada gambar diatas, caranya sangat mudah kita tinggal mensetting beberapa parameter yang diperlukan seperti berikut ini (klik untuk memperbesar):
  1. Internet Setup --> Set Static IP WAN
    Untuk memudahkan konfigurasi, sebaiknya IP port WAN diset secara statik. Pemberian IP Statik untuk port WAN ini tentu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Misalnya untuk koneksi yang menggunakan ADSL Router Speedy biasanya IP ADSL Router tersebut 192.168.1.1 dengan subnet mask 255.255.255.0 sehingga untuk IP WAN Linksys kita set misalnya 192.168.1.100 dengan subnet mask sama yaitu 255.255.255.0 dan gateway serta DNS diarahkan ke IP ADSL Speedy yaitu 192.168.1.1
  2. Network Setup --> Set IP Linksys dan DHCP Server
    Langkah selanjutnya adalah memberikan IP local pada Linksys Router, dalam contoh ini misalkan 10.10.10.1 dengan subnet mask 255.255.255.0. Kemudian Enable fitur DHCP Server agar nantinya wireless client yang terhubung ke akses point mendapatkan IP dari Linksys secara dinamik. Tentukan starting IP address dan maksimal user yang bisa dapat DHCP.
  3. Set Wireless SSID
    Untuk mensetting wireless SSID dari access point kita, klik tab Wireless - Basic Wireless Seting. Pada Wireless Network Name (SSID) isi dengan SSID yang dikehendaki kemudian enable Wireless SSID Broadcast
  4. Set Wireless Security
    Klik tab Wireless Security, tentukan jenis enkripsi (Disable,WPA, WPA2, atau WEP) dan password (key) untuk melindungi Access Point kita.
  5. Setiap melakukan perubahan jangan lupa klik Save Setting.
Demikianlah cara sederhana untuk membuat Linksys WRT54GL sebagai Access Point. Cara tersebut diatas juga dapat digunakan untuk koneksi internet melalui router yang berfungsi sebagai gateway atau langsung dari komputer server yang terhubung ke internet.

Kamis, 31 Mei 2012

Pengertian Subnet Mask

Subnet mask adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar. Misalkan anda memiliki IP adress 192.168.10.0 dan Subnet mask 255.255.255.128 Ubah angka 128 ke bilangan biner dengan cara sebagai berikut :



128 : 2 = 64 sisa 0
64  : 2 = 32 sisa 0
32  : 2 = 16 sisa 0
16  : 2 =  8 sisa 0
8   : 2 =  4 sisa 0
4   : 2 =  2 sisa 0
2   : 2 =  1 Sisa 0
Hasil akhir 1 tidak dapat dibagi menjadi 1
hasil bilangan binernya adalah 10000000
Banyaknya subnet yang tersedia dari rumus 2^x
X adalah jumlah dari angka 1, karena berdasarkan angka binner yang ada jumlah 1=1
maka 2^1 = 2 maka jumlah subnet maksnya adalah 2
Nah sekarang kita harus tau bila tersedia hanya 2 subnet maks maka kita harus mencariberapa subnet maks tersebut?
Dari Subnet maks yang terbesar adalah 256 maka dihasilkan 256 – 128 = 128.
Maka subnet masknya adalah 0 dan 128
Contoh lain, bila ditetapkan subnet masknya 255.255.255.192
Jumlah subnet maks dapt dihitung
192 : 2 = 96 sisa 0
96  : 2 = 48 sisa 0
48  : 2 = 24 sisa 0
24  : 2 = 12 sisa 0
12  : 2 =  6 sisa 0
6   : 2 =  3 sisa 0
3   : 2 =  1 sisa 1
maka bilangan binnernya adalah 11000000
karena angka 1 ada 2 maka 2^2 = 4
Dan subnet yang dapat digunakan adalah 256 – 192 = 64, maka Subnetnya adalah 0, 64, 128, 192 artinya subnetnya adalah
255.255.255.0
255.255.255.64
255.255.255.128
255.255.255.192
Jumlah Host per Subnet = 2^y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 2^6 – 2 = 62 host.

Jumat, 18 Mei 2012

Menghubungkan 2 Komputer Dengan Kabel LAN UTP

Salah satu cara menghubungkan 2 komputer adalah dengan menggunakan kabel jaringan atau yang biasa dikenal dengan kabel UTP. Teknik menghubungkan 2 komputer dengan kabel UTP secara langsung ini termasuk dalam model jaringan peer to peer atau poin to point.

menghubungkan 2 komputer dengan kabel UTP

Agar kedua komputer tersebut bisa saling berkomunikasi, setidaknya ada 3 hal yang harus kita lakukan, yaitu:
  1. Pastikan kedua komputer memiliki Network Card yang telah terinstall drivernya.
  2. Siapkan kabel UTP dengan susunan kabel Cross Over. Bagi yang belum mengetahui susunan kabel cross bisa membaca postingan saya tentang urutan kabel UTP Straight dan Cross Over.
  3. Set IP Address kedua komputer dengan IP Address berbeda tetapi dengan subnet yang sama. Sebagai contoh:
    IP Address komputer A: 192.168.1.1 dengan subnet mask: 255.255.255.0
    IP Address komputer B: 192.168.1.2 dengan subnet mask: 255.255.255.0
Setelah kabel UTP Cross Over terpasang, langkah berikutnya adalah menseting IP Address secara manual pada masing-masing komputer tersebut, berikut caranya pada komputer dengan OS Windows XP:
  1. Klik Start - Control Panel, double klik Network Connections.
  2. Klik kanan pada icon Local Area Connection, klik Properties
  3. Pada jendela Local Area Connection Properties, sorot Internet Protocol (TCP/IP), kemudian klik tombol Properties seperti pada gambar dibawah:
  4. Akan terbuka jendela Internet Protocol (TCP/IP) Properties, isikan IP Address seperti pada gambar diatas.
  5. Lakukan hal yang sama pada komputer yang satunya. Set dengan IP Address yang berbeda.
Untuk mencoba apakah komunikasi antar 2 komputer tersebut sudah berhasil, lakukan perintah PING antar komputer lewat command prompt, kalo berhasil akan muncul pesan Repply seperti gambar dibawah.
PING antar komputer

Apabila komputer tidak bisa saling PING, lakukan pengecekan seperti berikut:
  1. Cek koneksi kabel UTP Cross Over apakah sudah benar
  2. Pastikan LAN adapter sudah aktif (enable)
  3. Cek IP Address kedua komputer, apakah sudah satu subnet
  4. Matikan Firewall atau aktifkan (centang) pilihan File and Printer Sharing pada Exception Windows Firewall.
Kalau kedua komputer sudah saling terhubung selanjutnya kita bisa saling berbagi data atau resource antar komputer seperti misalnya menggunakan printer sharing atau saling berkirim pesan singkat lewat jaringan.

Konsep Dasar Jaringan

1.1 Sistem Komunikasi
Sistem Komunikasi membutuhkan medium sebagai pembawa sinyal (Carrier). Sistem Transmisi sinyal bisa berupa Kabel, GEM (RF),
Cahaya, dll.
Untuk dapat menyampaikan data Sistem Komunikasi juga membutuh kan aturan (Rule/Protocol).
Sistem Komunikasi sendiri adalah sebuah sistem kompleks yang dibangun dari: Medium Transmisi, Carrier, dan Protokol.

1.2 Protokol Komunikasi
Protokol Komunikasi (Communication Protocol) adalah satu set aturan yang dibuat untuk mengontrol pertukaran data antar node
(misalkan komputer) termasuk proses inisialisasi, verifikasi, cara berkomunikasi, dan cara memutuskan komunikasi.

1.3 Apa itu Jaringan Komputer
Jaringan Komputer (Komputer Network) dapat diartikan sebagai dua atau lebih komputer yang dihubungkan dengan menggunakan
sebuah sistem komunikasi.

1.4 Jaringan Komputer dan Komunikasi Data
Perbedaan mendasar dari Jaringan Komputer dan Komunikasi Data adalah:

Komunikasi data lebih cenderung pada keandalan dan efisiensi transfer sejumlah bit-bit dari satu titik ke tujuannya .

Jaringan Komputer menggunakan teknik komunikasi data namun lebih mementingkan arti dari tiap bit dalam proses pengiriman
hingga diterima di tujuannya.

2. Jaringan Komputer
2.1 Perlunya Jaringan Komputer
Pada awalnya komputer didefinisikan sebagai sistem yang terdiri dari Perangkat Keras dan Perangkat Lunak, dimana manusia sebagai
Brainware-nya. Namun saat ini, sebuah sistem komputer didefinisikan sebagai Perangkat Keras, Perangkat Lunak dan Jaringan serta
manusia tetap berdiri sebagai si pengelola yang membangun sistem, memberikan perintah dan menjaganya.
Anda akan merasakan sejauh mana tingkat kebutuhan anda terhadap jaringan komputer, butuh, perlu, penting (karena anda adalah
pengambil keputusan).

2.2 Latar Belakang dan Sejarah
Sejarah Jaringan Komputer Global/Dunia dimulai pada 1969 ketika Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced
Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset tentang bagaimana caranya menghubungkan sejumlah
komputer sehingga membentuk jaringan organik. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada 1970, sudah lebih dari 10
komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan.
Tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET. Program
e-mail ini begitu mudah, sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, icon @ juga diperkenalkan sebagai lambang
penting yang menunjukan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan meluas ke luar Amerika
Serikat. Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan
Arpanet. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang
lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran International Network.
Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex. Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika
Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari
100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network.
Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981
France Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telpon televisi pertama, di mana orang bisa saling menelpon sambil
berhubungan dengan video link.
Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh
semua jaringan. Pada tahun 1982 dibentuk Transmission Control Protocol atau TCP dan IP yang kini kita kenal semua. Sementara itu di
Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara
Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup USENET. Untuk menyeragamkan
alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain, yang kini kita kenal dengan DNS.
Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah komputer yang
tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat menjadi 10.000 lebih.
Tahun 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC. Setahun kemudian, jumlah komputer yang
saling berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini membentuk sebuah jaringan.
Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa
menjelajah antara satu komputer dengan komputer lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau World
Wide Web.
Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan di tahun yang sama
muncul istilah surfing (menjelajah).
Tahun 1994, situs² dunia maya telah tumbuh menjadi 3.000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail
muncul di situs. Dunia langsung berubah. Di tahun yang sama Yahoo! Didirikan, yang juga sekaligus tahun kelahiran Netscape
Navigator 1.0.

2.3 Internet
Anda sudah baca sedikit cerita tentang jaringan komputer hingga terbentuknya sebuah komunitas maya. Namun pegetahuan dasar
tentang protocol dan network belum anda temukan hingga bagian ini. Pada bagian berikut saya akan coba menjelaskan bagaimana
sebuah jaringan komputer lokal/Local Area Network (LAN) bisa terhubung ke suatu situs.


3. Jaringan Komputer dan Internet
3.1 TCP/IP
Transmission Control Protocol dan IP pertama digunakan pada 1 January 1983. TCP/IP menggantikan protokol yang digunakan oleh
ARPANET sebelumnya seperti Network Control Protocol (NCP). TCP berfungsi sebagai pengontrol alur data (Flow Control) dan
menghandle pengiriman packet, termasuk bila terjadi kerusakan (Recovery from Lost Packets). Sementara IP digunakan sebagai
pengalamatan dan meneruskan packet data ketujuan (Addressing and Forwarding of Individual Packets). IP terdiri dari 32 bit, dimana 8
bit pertama menandakan sebuah network dan 24 bit berikutnya sebagai pengalamatan untuk host dalam sebuah network. Dalam
pengembangannya TCP/IP berjalan pada sistem operasi berbasis UNIX termasuk BSD. Kunci keberhasilan ini adalah sharing
informasi antara ARPANET dan komunitas di suatu situs. Berbagai protokol lain yang kita pakai sekarang seperti User Datagram
Protocol (UDP), Adddress Resolution Protocol (ARP), Routing Information Protocol (RIP) dan sebagainya adalah buah karya information
sharing sebagai fungsi utamaInternet.

TCP/IP Layer
TCP/IP terdiri dari 4 lapisan (layer), berupa sekumpulan protokol yang bertingkat. Lapisan lapisan tersebut adalah:

Lapisan Hubungan Antarmuka Jaringan, Bertanggung jawab untuk mengirim dan menerima data dari media fisik.
Lapisan_Internet, Bertanggung jawab dalam proses pengiriman ke alamat yang tepat (IP, ARP, dan ICMP).
Lapisan Transportasi, Bertangung jawab dalam mengadakan komunikasi antar host.
Lapisan Aplikasi, Tempat aplikasi-aplikasi yang menggunakan TCP/IP stack berada.

Network Interface Layer
Selain Ethernet, Serial Line_Internet_Protocol (SLIP), dan Point to Point Protocol (PPP) dengan perangkat yang sudah sangat sering kita
lihat, dalam jaringan TCP/IP ada 3 komponen fisik yang membentuk LAN dan memungkinkan hubungan antar LAN, yaitu:
1. Repeater, berfungsi untuk menerima sinyal dan meneruskannya kembali dengan kekuatan yang sama pada saat sinyal diterima.
2. Bridge, berfungsi sebagai penghubung antar segmen LAN yang satu dengan segmen lainnya, kelebuhannya adalah lebih fleksibel
dan lebih cerdas dibanding repeater. Karena bridge mampu menghubungkan jaringan yang menggunakan metode transmisi yang
berbeda. Selain itu bridge juga mampu melakukan filtering frame.
3. Router, perangkat ini mampu melewatkan packet IP antar jaringan yang memiliki banyak jalur diantara keduanya. Router juga
diimplementasikan untuk menguhungkan sejumlah LAN dan trafik dari masing-masing LAN terisolasi dengan baik. beberapa LAN yang
dihubungkan dengan router dianggap sebagai subnetwork yang berbeda. dan kelebihan lainnya adalah router mirip dengan bridge
yang mampu menghubungkan LAN dengan metode transmisi yang berbeda.

Internet_Layer
Sifat dalam melakukan pengiriman data yang dilakukan IP dikenal sebagai unreliable, connectionless, dan datagram delivery service.
Dua hal yang menarik adalah unreliable (ketidakandalan dalam menyampaikan data) hal ini dikarenakan IP hanya akan melakukan hal
yang terbaik dalam proses penyampaian data untuk sampai ke host tujuan (best effort delivery service). Hal ini dipilih agar paket yang
dikirim tetap sampai walaupun salah satu jalur ke host tujuan tersebut mengalami masalah.

Transport Layer
Dua protokol yang bekerja pada layer ini adalah TCP dan UDP. TCP memberikan service connection oriented, reliable, dan byte stream
service. Penjelasan untuk service tersebut lebih kurang demikian; sebelum melakukan pertukaran data setiap aplikasi yang
menggunakan TCP diwajibkan untuk membentuk hubungan (handshake), kemudian dalam proses pertukaran data TCP
mengimplementasikan proses deteksi kesalahan paket dan retransmisi, dan semua proses ini termasuk pengiriman paket data
ketujuan dilakukan secara berurutan.

3.2 Routing
Route yang berarti jalur adalah sebuah bagian yang tak dapat dipisahkan untuk kita berhubungan dengan network lain bahkan
dengan_internet. Setiap host didalam jaringan akan membutuhkan routing untuk berhubungan. Contoh sederhana sebagai analogi
adalah bila anda akan berjalan keluar dari rumah A dengan tujuan rumah B anda harus melewati sebuah pintu keluar (routing default
rumah A) kemudian berjalan misalkan melewati jalan AB (routing network A-B) hingga anda akan menemukan rumah B dan bertemu
dengan si B. Demikian pula halnya dalam sebuah jaringan komputer untuk menuju Internet. Perangkat yang melakukan routing dan
berfungsi sebagai jalan menuju network lainnya akan di sebut router. Dalam implementasinya di LAN dan Internet dikenal 2 jenis
routing, yaitu:

Routing Langsung (direct routing) dimana setiap packet akan langsung dikirimkan ketujuannya karena remote host biasanya masih
berada dalam network / subnetwork dengan local host.
Routing Tidak Langsung (indirect routing) biasa ditemukan dalam network yang memiliki beberapa subnetwork atau koneksi antar
network di internet.
Routing langsung akan terjadi bila hostA1 berkomunikasi denganhostB1 atau sebaliknya, termasuk komunikasi dari tiap host di
network1 terhadap router1, sedangkan routing tidak langsung terjadi apa bilahostA2 berhubungan dengan hostA1 atau hostB1
demikian pula sebaliknya. router1 dan router2 memiliki routing table untuk memungkinkan hal diatas terjadi. dan routing default dari
host di masing-masing network akan diarahkan pada router yang terdapat pada network tersebut. Pertemuan antara satu router dengan
router lainnya kita kenal dengan sebutan hop. Proses routing sendiri memiliki beberapa protokol yang digunakan diantaranya adalah
Routing Informastion Protocol (RIP).

3.3 Subnet (Net Mask)
Netmask terdiri dari 32 bit juga yang akan mendefinisikan jumlah host dalam sebuah network. Contoh mudah yang kita ambil adalah
LAN di kelas C biasanya akan menggunakan nilai Subnet: 255.255.255.0
Network: 192.168.0.0
Range IP: 192.168.0.1 – 192.168.0.254
Subnet: 255.255.255.0
Broadcast: 192.168.0.255

3.4 Domain Name System
Pada 1984, Paul Mockapetris memperkenalkan sistem database terdistribusi yang dikenal dengan DNS. Dua puluh tahun lalu saat
perkembangan internet mulai terlihat timbul masalah baru untuk dapat menghubungi sebuah host sebagai tujuan, karena format IP
yang berupa angka cukup sulit untuk diingat. Walaupun sebelumnya sebuah teknik yang menggunakan file HOSTS.TXT sebagai data
dari nama komputer (hostname) telah ada. namun hal ini tidak fleksible dimana ketika jumlah hosts di internet sudah melebihi angka
1000.
Format penamaan host di internet dibuat memiliki hirarki, yang skemanya membentuk tree. Dimana setiap node memiliki sebuah tree
subnode. node yang berlabel dikenal dengan nama domain. Domain sendiri bisa berupa hostname, subdomain, atau top level domain.
Domain teratas dinamakan Root Domain, yang dituliskan dengan titik (” .” ) atau dapat juga dihilangkan.
…but the root can be named by a null domain name (” ” in this memo)…;(Mockapetris, RFC 882, Domain Names – Concept and Facilities)
Contoh penggunaan dan penjelasan domain adalah sebagai berikut:
hemaviton.webdevelopment.teras.net.id
-null domain name setelah id merupakan Root Domain.
-id merupakan country code Top Level Domain (ccTLD).
-net merupakan Second Level Domain Names (SLDs).
-teras merupakan Third Level Domain (atau domain teras.net.id)
-webdevelopment merupakan Fourth Level Domain (atau subdomain dari teras.net.id)
-hemaviton merupakan hostname dari LAN di webdevelopment.teras.net.id
Penulisan lengkap mulai dari root domain hingga hostname dikenal dengan Fully Qualified Domain Name (FQDN). Sementara
sekumpulan node dibawah root domain disebut dengan Top Level Domain, dimana ada 3 jenis top level domain yaitu, TLD generik,
TLD Negara, dan TLD arpa.

4. Referensi Online
http://www.isoc.org/internet/history/
http://www.ietf.org/rfc/
http://www.w3.org/People/Berners-Lee/
http://www.kumpu.org/jto/
http://www.softexsolutions.com/~crc/webdev/internethistory/people/paulMockapetris.htm
http://www.linuxdoc.org/HOWTO/
http://www.linuxdoc.org/HOWTO/mini/
http://troyda.sas.muohio.edu/623/L1-12/L1-12.html
http://www.ssuet.edu.pk/taimoor/athar/ce-5101/introduction/tsld001.htm
http://uw7doc.sco.com/SM_nsm/subnet.htm
http://www.nv.cc.va.us/home/kmorneau/tcp-ip/routing/